Shalom International Fellowship - GBI Damai Sejahtera

welcome home



Disiapkan Untuk Diutus Keluar

by Rev. Dr. Paul Sene

Kita menyadari bahwa kita memang perlu dipisahkan dari cara hidup dan perkara-perkara dari masa lalu yang bertentangan dengan firman Tuhan. Ketika banyak dari kita hidup dalam pertobatan, maka teman-teman kita, kenalan-kenalan atau lingkungan kita yang lama akan mencoba untuk menarik kita kembali kepada dunia kita yang lama. Di Gereja , kita bersemangat, berapi-api bagi Tuhan (setia kepada Tuhan dan jalan-jalan-Nya), tetapi saat kita kembali ke rumah, kembali kepada teman-teman dan lingkungan yang biasanya, api kita padam dan kita kembali hidup dalam kehidupan yang lama. Apa yang kita perlukan adalah sebuah masa pemisahan antara kehidupan yang lama dengan kehidupan yang baru.

Kenapa dipisahkan? Apakah itu berarti saya harus menarik diri dari pekerjaan sehari-hari dan menghabiskan hari-hari saya di tempat yang sunyi seperti di pegunungan? Sobat, sebelum kita mengenal Yesus Kristus dan kebenaran-Nya, kita telah melakukan hal-hal yang buruk di dalam kehidupan kita. Bisa jadi itu adalah kebiasaan-kebiasaan dan sikap yang buruk, prioritas yang salah, pola pikir yang tidak Ilahi, dan sebagainya. Ketahuilah Yesus mengasihi kita apa adanya dan saat kita mengakui segala dosa, Dia mengampuni kita. Tetapi Yesus juga melihat sesuatu yang lain, ada potensi yang besar di dalam kita. Di mata-Nya, kita adalah seperti batu berharga yang masih kasar dan Dia ingin membersihkan kita dari kotoran sebelum Ia dapat memamerkan kita dan menarik orang datang kepada-Nya. Kita hanya dapat melihat hal ini sampai pada batas-batas tertentu saja tetapi Yesus melihat jauh melampaui hal tersebut. Ia akan memisahkan kita dari hal-hal yang akan menghalangi kita untuk lebih dekat kepada-Nya, untuk memenuhi tujuan-Nya dan hal-hal yang dapat menghancurkan kehidupan kita. Cara-Nya melakukan pemisahan berbeda bagi setiap orang tetapi Dia pasti akan memulai proses tersebut di dalam kehidupan kita.

Untuk menunjukkan kepada Anda bagaimana Ia melakukan pemisahan itu, mari kita melihat Musa. Memulai kehidupannya sebagai seorang anak angkat, kemudian menjadi seorang pangeran, lalu seorang pelarian, selanjutnya menjadi seorang pengembara, dan pada akhirnya, menjadi pembebas bagi Umat Allah. Luar biasa melihat perubahan tersebut.

Ulangan 34:10 menyatakan, Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel.

Musa terlahir dari iman (Ibr 11:23). Namun demikian, setelah dilahirkan, ia harus diambil dari orang tua kandungnya. Musa diangkat dan dibesarkan di dalam rumah putri Firaun. Musa telah terbiasa dengan kebudayaan dan cara hidup Mesir. "Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya" (Kis 7:22). Lalu suatu hari terjadi sesuatu yang mengubah kehidupannya untuk selama-lamanya.

Keluaran 2:11-12 11 Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. 12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikan mayatnya dalam pasir.

Dikatakan "..ia pergi kepada saudaranya." Musa tahu bahwa ia adalah seorang Yahudi. Tetapi ingat bahwa ia adalah seorang Yahudi yang dibesarkan di dalam sebuah rumah tangga Mesir, ia pun diperlakukan sebagai seorang putra Firaun. Pada hari itu, ia melihat salah satu saudaranya dipukuli oleh seorang Mesir. Lalu Musa bertindak sendiri. Ia berpikir bahwa ia harus melindungi saudara-saudaranya, tetapi apa yang akan dipikirkan oleh orang Mesir mengenai hal tersebut? Karena itulah ia melihat sekeliling dan memastikan bahwa tidak ada orang lain yang melihat hal tersebut, selanjutnya ia membunuh orang Mesir itu (Keluaran 2:12). Tatkala kita bertindak dengan kekuatan sendiri dan tidak melibatkan Tuhan, kita justru menciptakan masalah bagi diri sendiri. Niat Musa adalah baik tetapi tidak dilaksanakan dengan bijaksana.

Keluaran 2:13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"

Musa kembali mencoba untuk menjadi seorang pahlawan. Bukannya mendapat dukungan dari saudara-saudaranya, ia malah dipersalahkan oleh mereka. Ini adalah salah satu tindakan Musa lainnya yang tidak bijaksana. Bukannya menjadi seorang pahlawan, ia malah tidak dianggap. Kini Musa mungkin jadi sangat tertekan. Musa mungkin tidak menyadarinya, tetapi kejadian tersebut mengantar Musa ke dalam proses pemisahan yang telah dipersiapkan Tuhan bagi dirinya, dan hal ini disebut dengan "Padang Belantara" (Keluaran 2:15).

Saya percaya bahwa Tuhan pasti telah berbicara kepada Musa mengenai panggilanNya sebab di dalam Ibrani 11:24-26 dinyatakan bahwa, "Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah."

Musa menghadapi sebuah keputusan yang sulit di dalam kehidupannya. Ia harus memilih antara kebangsawanan dengan kemiskinan. Ia harus memilih antara Mesir yang melambangkan kekuasaan dunia atau Umat Allah yang dilambangkan dengan budak-budak yang tidak memiliki kekuasaan. Kita semua juga harus membuat keputusan-keputusan. Pada kenyataannya, kehidupan kita itu dibangun dari keputusan-keputusan yang kita buat. Bagi kita yang sudah mengikuti Yesus demikian lama, sudah pasti kita mengerti panggilan Tuhan di dalam kehidupan kita. Setiap orang yang telah lahir baru tahu sesuatu sedang terjadi jauh di dalam rohnya. Jauh di dalam, kita seharusnya tahu Tuhan sedang berbicara kepada kita mengenai panggilan-Nya, tetapi banyak dari kita memilih untuk tidak mengakui panggilan tersebut karena hal itu tidaklah terlihat nyata bagi kita.

Anda perlu mengerti bahwa padang belantara bukanlah sebuah hukuman dari Tuhan. Tetapi itu adalah salah satu tempat terbaik untuk memisahkan anda dari kehidupan anda yang lama. Padang belantara adalah tempat Tuhan mempersiapkan anda untuk memenuhi panggilan-Nya. Padang belantara tidak berarti bahwa Tuhan harus mengirimkan anda ke padang pasir di jazirah Arab atau di Afrika. Pada kenyataannya, padang belantara adalah tempat dimana Tuhan terlihat jauh dari anda, disana tidak ada seorangpun untuk menolong anda dan sekeliling anda menentang anda.

Sebuah contoh yang sederhana adalah seorang bayi manusia. Ketika mereka baru dilahirkan, mereka harus bergantung kepada orang lain untuk melakukan segala sesuatunya bagi mereka. Mereka harus dimandikan, diberi makan, pakaian, dan sebagainya. Selagi mereka bertumbuh, salah satu hal yang harus mereka pelajari adalah mereka harus belajar makan sendiri.

Orang tua harus mengijinkan anaknya bertumbuh secara mandiri. Mereka harus memberikan ruang bagi anak-anaknya untuk mempelajari hal-hal yang baru. Berapa sering pada saat bertumbuh kita pernah merasa bahwa orang tua kita tidak menyayangi kita? Kita bertanya dalam hati mengapa orang tua memaksa kita melakukan hal-hal yang kita benci, contohnya; menjawab soal matematika, mengeja kalimat, makan sayuran, dan sebagainya. Seberapa sering kita pernah merasa bahwa orang tua kita tidak ada pada saat kita membutuhkan mereka?

Ingatkah saat anda belajar naik sepeda? Mula-mula orang tua anda memegangi sepeda anda, membantu berdiri saat anda jatuh. Setelah beberapa saat, anda harus melakukan hal itu sendiri, orang tua harus melepaskan tangan mereka dan membiarkan anda sendiri. Tetapi kemudian setelah beberapa saat anda jatuh di jalanan, anda melihat sekeliling dan tidak melihat orang tua anda disana, sehingga anda harus bangun sendiri. Walaupun tidak terlihat, sebenarnya orang tua anda berada di sana, tetapi mereka menahan diri untuk tidak berlari datang menolong anda karena jika mereka terus melakukan hal tersebut, anda akan menjadi manja dan cengeng, dan akan menjadi sangat bergantung kepada orang tua anda. Sikap ini tidak akan membuat anda maju.

Di sisi lain, sebagai orang tua, apakah kita masih menyayangi anak-anak kita pada saat kita memaksa mereka untuk mempelajari hal-hal tersebut? Ya, sudah pasti kita tetap mengasihi mereka. Apakah kita tahu bahwa anak itu akan merasa kecewa? Ya, kita tahu. Apakah kita tahu mereka menangis sebab mereka tidak mau menghabiskan makanannya? Ya, kita tahu. Apakah terasa menyakitkan kala mendengar mereka menangis atau menyaksikan mereka terjatuh? Ya dan ya. Tetapi kita tahu bahwa apa yang sedang kita ajarkan kepada mereka pada hari ini satu hari kelak akan bermanfaat bagi mereka. Inilah waktunya anak-anak tersebut menemukan kemampuan dan kekuatan mereka sendiri agar mereka dapat bertahan hidup mandiri di dunia ini.

Demikian juga dengan Tuhan, Bapa kita di Surga. Kita diciptakan menurut rupa Allah. Ia ingin kita memiliki karakter-Nya dan mengetahui kehendak-Nya. Ia mengijinkan kita mengalami berbagai keadaan sehingga kita dapat mengenali karakter kita yang tidak ilahi dan pada akhirnya menyadari bahwa cara-cara dunia ini tidak akan dapat membawa kita melewati keadaan tersebut. Hanya Tuhan dan iman kepada-Nya yang dapat memberikan keamanan bagi masa depan kita.

"Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan" (Ibrani 11:27). Keputusan yang dibuat Musa membawanya ke padang gurun, ke dalam belantara kehidupan selama 40 tahun. Musa dipisahkan kepada Anugerah-Nya.

Mengapa Tuhan membiarkan hal ini terjadi? Ingat! Jalan Tuhan bukanlah jalan manusia. Tuhan memakai gurun belantara untuk mempersiapkan dan membangun pemimpin-Nya bagi umat-Nya. Sebagai permulaan, padang belantara adalah tempat Tuhan merendahkan hati kita. Tuhan akan membuat kita melihat bahwa kita tidak dapat berhasil tanpa Dia dan bahwa Dia adalah jaminan kita yang paling aman. Perhatikan ayat berikut, "...di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu...membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna..." (Ulangan 8:2a & 3). Tuhan merendahkan hati bangsa Israel dengan mengijinkan mereka kelaparan. Tidak ada apapun di padang gurun. Fakta mengatakan bahwa jika kita mengalami kekurangan gizi maka hal tersebut pasti akan mempengaruhi kesehatan, produktifitas, pengharapan dan sudah pasti kesehatan kita juga secara keseluruhan. Kehidupan serasa tanpa harapan. Tetapi Tuhan menunjukkan kepada umat Israel bahwa hanya Dialah harapan mereka.

Tuhan memberi makan mereka manna dan manna adalah makanan terbaik bagi mereka sebab itu adalah makanan dari surga. Saya tidak tahu bagaimana rasanya manna tetapi saya dapat membayangkan jika saya harus sarapan pagi, makan siang dan makan malam hanya dengan roti tawar saja, tanpa selai kacang, mentega ataupun daging iris. Saya akan sangat menginginkan apa yang tubuh saya mau namun Tuhan hanya memberikan apa yang menjadi kebutuhan saya. Dia memberikan kepada umat Israel apa yang mereka butuhkan, dan tidak banyak pilihan. Apakah mereka mensyukurinya atau sengsara di padang gurun. Apa yang Tuhan sedang coba katakan? Tuhan sedang mengajar umat-Nya untuk mendisiplinkan kedagingan mereka sebab memuaskan keinginan daging akan membawa kita kepada kehancuran. Padang belantara juga merupakan sebuah tempat perenungan. Musa memiliki waktu untuk menengok kebelakang kepada apa yang dimiliki sebelumnya dibandingkan dengan Tuhan. "...dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu..." (Ulangan 8:2b). Ia ingin mengetahui apakah umat-Nya atau Musa atau kita menginginkan-Nya melebihi apa yang telah ditinggalkan di belakang. Dengan cara ini, Ia ingin melihat apakah kita ingin untuk lebih lapar akan kebenaran-Nya atau untuk kenyamanan dan kenikmatan hidup.

Disiapkan Untuk Diutus Keluar

Kita menyadari bahwa kita memang perlu...

Pintu yang Mana Tuhan?

Dua pintu - Satu pilihan...

Menjadi Teladan Bagi Orang lain

Sehingga kamu telah menjadi teladan...

New Here

who we are..

News & Events

check what's going on..

                   

connect with Rev. Dr. Paul Sene

Latest Message