Shalom International Fellowship - GBI Damai Sejahtera

welcome home



Pintu Yang Mana Tuhan?

by Rev. Dr. Paul Sene

Dua pintu. Satu pilihan.
Terdapat kehendak Tuhan yang sempurna bagi seluruh hidup anda di balik satu pintu, dan di balik pintu lainnya terdapat kehidupan yang sesuai dengan pilihan anda.

Pintu mana yang akan anda pilih? Mungkin itu pertanyaan yang mudah, mungkin juga tidak!

Tuhan telah memberi hak untuk memilih dengan bebas kepada manusia dan menghargai otoritas manusia untuk menentukan pilihannya. Karena itu, kehendak bebas adalah berkat paling berharga yang telah kita terima, di sisi lain, kita tahu bahwa Tuhan mau kita taat kepadaNya dengan segenap hati nurani kita. Jadi, kita harus sadar bahwa kehendak bebas atau hak untuk memilih dengan bebas memiliki timbal balik yang harus ditanggung, ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang bisa terjadi dalam waktu singkat, namun ada juga yang membutuhkan waktu yang lama. Memilih bukanlah perkara mudah yang dapat kita lakukan sambil menutup sebelah mata. Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas pilihan-pilihan kita. Apa yang anda dan saya pilih pada hari ini akan menentukan keadaan hidup kita di masa depan.

Dalam Alkitab, Tuhan seringkali memperingatkan umatNya akan dosa dan ketidaktaatan, namun tetap menyerahkan kembali kepada mereka pilihan untuk menaatiNya. Kita dapat memilih untuk mendengarkan atau mengacuhkanNya, mengikuti perintah dan ketetapanNya atau melanggar, bergantung kepada Tuhan atau meninggalkanNya, mengambil jalanNya atau jalan kita sendiri. Namun Tuhan rindu kita menanggapiNya dengan tulus karena kehidupan kita dibentuk oleh keputusan-keputusan kita. Semua orang harus mengambil keputusan untuk memilih kehidupan atau kematian.

Ulangan 30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.

Tuhan ingin kita mengetahui bagaimana cara menolak kejahatan dan memilih yang baik. Tuhan tidak pernah menginginkan seorangpun jatuh, kalah, sedih dan sengsara akibat mengambil keputusan yang salah. Jangan biarkan kepedihan, beban hidup, kekecewaan, keadaan genting, kekayaan dunia, perlakuan yang tidak menyenangkan dari siapapun mempengaruhi kita sehingga membuat keputusan yang salah. Tuhan dengan jelas berfirman, "Haruslah engkau memilih" (1 Tawarikh 21:11b).

Ingatlah, timbal balik dari pilihan anda yang salah tidak hanya akan mencelakai diri anda saja tetapi juga orang-orang yang anda kasihi, termasuk keluarga dan keturunan anda. Terlebih lagi, kita tidak dapat mengendalikan perluasan akibatnya bahkan akibat dosa yang harus kita tanggung. Situasi yang satu bisa menjadi bola salju yang bergulir membesar menuju situasi yang lain.

Oleh sebab itu, sebelum kita mengambil keputusan, kita harus membawanya kepada Tuhan di dalam doa. Jika kita sadar bahwa kita telah keliru dengan membuat keputusan yang salah itu, yang telah mengacaukan kehidupan kita, berdoalah kepada Tuhan dan minta pengampunanNya. Mintalah agar Dia mengarahkan jalan-jalan kita.

Saya yakin banyak orang ingin mengikut Tuhan tetapi mengalami pergumulan di dalam lubuk hati mereka. Ada banyak pertanyaan yang mengganggu pikiran mereka, "Apakah yang akan terjadi? Apa saja yang harus saya korbankan? Bagaimana penilaian orang lain terhadap saya? Bagaimana dengan hidup saya sendiri? Bagaimana dengan keinginan saya? Bagaimana dengan keluarga saya?"

Memang, banyak yang rindu mengikut Tuhan namun tidak mau membayar harga sepenuhnya. Mereka mengasihi Tuhan tetapi tidak bersedia mengiijinkanNya melakukan segala sesuatu yang diinginkanNya. Pada awalnya, mereka bersedia untuk meninggalkan segalanya dan menaati serta mengikut Tuhan. Namun tatkala mereka menghadapi ujian dan cobaan, mereka mengkompromikan firman Tuhan. Keinginan mereka menjadi lebih penting daripada keinginan Tuhan dan apa yang ditawarkan dunia menjadi lebih menarik, menyenangkan, mudah dan lebih masuk akal. Sehingga, menaati Tuhan menjadi lebih sukar, menyusahkan dan memenuhi kehendak Tuhan tidak menjadi yang utama lagi.

Apapun yang kita pegang lebih erat daripada Tuhan, pada akhirnya akan hilang dari kita. Lebih baik kita meletakkannya di atas mezbah Tuhan. Berserahlah sepenuhnya kepada Tuhan! Jangan bergumul semakin anda bergumul, akan menjadi semakin sulit!

Ingatlah bagaimana Maria menyerahkan dirinya untuk mengikuti kehendak Tuhan yang sempurna untuk melahirkan seorang putra, Yesus. Sudah pasti tidak mudah baginya untuk menyetujui hal ini! Dia seorang perawan, mana mungkin bisa mengandung! Terlebih lagi, dia sudah bertunangan dengan Yusuf. Mengabaikan perasaan yang berkecamuk dan seribu satu pertanyaan di benaknya megenai apa yang akan terjadi, dia berserah penuh kepada Tuhan dan berkata, "Biarlah terjadi kepadaku menurut perkataanMu" (Lukas 1:38).

Yusuf berpikir untuk memutuskan pertunangannya dengan Maria secara diam-diam, hal ini membuat situasi bertambah buruk. Pada saat itu Maria bersedia untuk mengambil resiko akan dipermalukan di mata masyarakat jika Yusuf memutuskan pertunangannya. Tetapi Tuhan mengendalikan segala sesuatunya, seorang malaikat menampakkan diri kepada Yusuf dalam sebuah mimpi dan memberitahukannya bahwa janin itu dikandung oleh Roh Kudus. Oleh karena itu, dia tidak perlu takut untuk menikahi Maria. Kemudian, Yusuf melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan tetapi dia tidak bersetubuh dengan Maria sampai Anak itu lahir.

Pada zaman itu, Kaisar Agustus mengeluarkan perintah untuk mengadakan cacah jiwa. Karena Yusuf termasuk garis keturunan Daud maka dia harus mendaftarkan diri. Untuk mendaftarkan diri, Yusuf dan Maria harus berjalan dari Nazaret ke Bethlehem, kota Daud. Sungguh tidak nyaman bagi Maria yang sedang hamil. Terlebih lagi, ketika mereka tiba di Bethlehem, sudah tiba waktunya bagi Maria untuk melahirkan. Namun tidak ada tempat baginya di rumah penginapan dan dia harus melahirkan Anak sulungnya, Yesus, Anak Allah di kandang. Kemudian Maria membungkusnya dengan lampin dan membaringkannya di dalam palungan.

Sama seperti Maria, kita tahu bahwa hidup kita berada di dalam tangan Tuhan. Tetapi dapatkah kita bertindak seperti Maria yang menyerahkan seluruh hidup dan miliknya kepada Tuhan? Maria berjalan di dalam ketaatan seutuhnya kepada Tuhan dengan berserah penuh kepadaNya.

Berserah sepenuhnya kepada Tuhan akan memampukan anda untuk memilih dengan benar dan mengikuti kehendak Tuhan melebihi keinginan diri anda sendiri. Tidak ada yang 50% atau 99%, sudah pasti seharusnya 100%!

Banyak orang takut dengan apa yang ada di balik pintu "berserah penuh" itu, pintu yang diinginkan Tuhan untuk kita pilih. Pintu yang membawa kita kepada kehidupan dan hidup dalam kelimpahan. Pintu yang membawa kita untuk berjalan lebih dekat bersama Yesus, sebuah perjalanan iman di dalam Dia dan firmanNya, pintu yang memimpin kita kepada ketergantungan penuh dan percaya kepadaNya. Hanya dalam Tuhan dan firmanNya, hidup yang nampaknya penuh dengan ketidakpastian menjadi pasti.

Ketakutan akan menghalangi kita untuk menyerahkan hidup kepada kehendak Tuhan. Dengan bimbinganNya kita tidak perlu takut, kita dapat melangkah dengan iman. Jangan hanya setuju secara mental saja terhadap firman Tuhan tetapi berserah penuhlah kepada Tuhan dan kehendakNya dalam hidup anda. Alkitab tidak pernah menjanjikan kepada kita jalan tanpa kerikil dan bebatuan tetapi Tuhan berjanji tidak akan meninggalkan dan membiarkan kita (Ibrani 13:5). Lagipula, jika Tuhan berada di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? Dia tidak akan memberikan kita selain yang terbaik!

Amsal 3:5-6 (NKJV) 5 Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri; 6 Dalam segala jalanmu, akuilah Dia, dan Dia akan mengarahkan jalan-jalanmu.

Untuk mengakui Dia artinya menempatkan Dia sebagai yang pertama melebihi segalanya. Termasuk cara, keinginan dan bahkan pengertian kita. Jika kita percaya kepadaNya, kita dapat menempatkan Dia di atas segalanya dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri. Selanjutnya Dia akan mengarahkan langkah kita. Mengakui Tuhan di dalam segala laku kita merupakan bukti iman dan kepercayaan kita di dalam Tuhan.

Percaya kepada Tuhan membuat kita yakin dalam membuat keputusan, baik keputusan besar maupun kecil. Kita harus meletakkan percaya kita kepada Tuhan dan tahu bahwa apapun yang Dia ingin kita lakukan tidak melampaui kekuatan kita. Percaya kepadaNya sebab Dia tahu apa yang terbaik bagi kita. Kita mungkin tidak punya gambaran yang utuh atau rincian pastinya tapi Tuhan tahu apa yang akan terjadi. Dia pegang hari esok! Saat kita melangkah sesuai dengan prinsip Tuhan, kita akan baik-baik saja dan meskipun segalanya tidak berjalan sesuai harapan kita, tetaplah semangat sebab ketaatan kita kepada Tuhan dan firmanNya menyenangkan hatiNya. Percayalah bahwa Tuhan bekerja di belakang layar bagi kita!

Jangan jatuh dalam perangkap kesanggupan mencukupi diri sendiri, keyakinan diri dan bersandar pada pengertian sendiri. Hal-hal inilah yang telah menghancurkan manusia bahkan sejak kejatuhan awal manusia. Dosa manusia terletak pada ketergantungannya kepada diri sendiri. Mereka berpikir mereka sanggup melakukan semuanya sendiri.

"Kalau begitu, bagaimana saya tahu bahwa saya telah mengambil pilihan yang benar?" Berbuatlah seperti Yesus; Dia berdoa terlebih dahulu sebelum memilih dua belas rasul (Lukas 6:12-13). Berdoalah terlebih dahulu sebelum membuat keputusan - mintalah pimpinan Tuhan. Jangan terburu-buru, dengarkanlah nasihat ilahi. Pastikan anda memperoleh semua fakta yang ada dan tetapkan waktu untuk terus menerus belajar firman Tuhan.

Firman Tuhan memberi kita hikmat untuk mengetahui apa yang Dia inginkan dan untuk membedakan mana yang benar dan yang tidak benar. Mencari kehendakNya dan berketetapan hati untuk melakukan kehendakNya akan membantu kita untuk mengambil keputusan dengan benar. Anda dapat mengetahui bahwa keputusan anda benar saat keputusan itu memberikan hasil yang baik (Matius 7:20).

Ingat, Tuhan tidak pernah memaksa seorangpun untuk mengikuti Dia. Dia menghargai hak manusia untuk memilih. Oleh sebab itu, berikanlah ijin sepenuhnya kepada Tuhan untuk melakukan kehendakNya di dalam hidup anda! Jalan Tuhan itu jauh lebih baik dari jalan anda dan pikiranNya jauh lebih tinggi dari pikiran anda (Yesaya 55:8-9). Pilihlah untuk selalu menaatiNya! Dia telah mengijinkan anda untuk berada di zaman ini untuk menggenapi kehendakNya yang sempurna bagi generasi ini!

Disiapkan Untuk Diutus Keluar

Kita menyadari bahwa kita memang perlu...

Pintu yang Mana Tuhan?

Dua pintu - Satu pilihan...

Menjadi Teladan Bagi Orang lain

Sehingga kamu telah menjadi teladan...

New Here

who we are..

News & Events

check what's going on..

                   

connect with Rev. Dr. Paul Sene

Latest Message