Shalom International Fellowship - GBI Damai Sejahtera

welcome home



Menjadi Teladan Bagi Orang Lain

by Rev. Dr. Paul Sene

1 Tesalonika 1:7-8 7 Sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. 8 Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

Sungguh luar biasa ayat ini, yang menyatakan bagaimana gereja di Tesalonika telah menjadi teladan bukan hanya di wilayah Makedonia dan Akhaya saja, tetapi kabarnya juga telah tersiar di semua tempat.

Mengapa keteladanan jemaat Tesalonika menjadi pusat perhatian pelayanan Rasul Paulus?

Rasul Paulus mencatat empat sikap yang dikembangkan oleh jemaat Tesalonika ini, empat sikap itu adalah:

1. 1 Tesalonika 1:4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.

Sikap yang pertama: Mereka yakin telah dipilih Allah untuk menjadi teladan bagi orang lain.

Setiap orang yang telah menerima Yesus Kristus harus memiliki keyakinan di dalam hatinya bahwa mereka dipilih Allah untuk menjadi teladan bagi orang lain. Sulit untuk kita menjadi teladan bagi orang lain jika kita tidak memiliki keyakinan bahwa kita telah dipilih Tuhan menjadi teladan. Salah satu contoh yang bagus adalah Petrus. Setelah Petrus dipenuhi oleh Roh Kudus, dia menjadi yakin di dalam Yesus dan panggilannya. Sampai hari ini dia dikenal sebagai seorang penginjil besar yang hidupnya menjadi teladan bagi orang-orang yang telah dijangkaunya.

2. 1 Tesalonika 1:5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Sikap kedua: Mereka bertekun di dalam doa dan selalu mengandalkan kuasa Roh Kudus.

Dalam Kisah Para Rasul 1:4, Yesus berkata kepada murid-muridNya untuk tidak pergi meninggalkan Yerusalem dan tinggal di situ sampai Roh Kudus turun di atas mereka. Yesus tahu, untuk menjadi teladan bagi orang lain, murid-murid memerlukan kuasa Roh Kudus.

Kita juga melihat bagaimana Gereja mula-mula bertekun di dalam doa di saat Petrus dan Yohanes ditahan dan diperhadapkan kepada Mahkamah Agama (Kisah Para Rasul 4:23-31). Ketekunan doa murid-murid telah membuahkan hasil yang besar bagi perkembangan Gereja mula-mula.

3. 1 Tesalonika 1:6a Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan.

Sikap ketiga: Taat kepada pengajaran para nabi dan rasul-rasulNya.

Buah dari ketaatan Yesus kepada Bapa adalah keselamatan bagi semua manusia di bumi (Roma 5:19). Sama seperti Yesus menaati BapaNya dan murid-muridNya menaati Yesus, kita juga harus menaati otoritas Tuhan di dalam gereja. Tuhan telah menempatkan Gembala, pendeta-pendeta, pemimpin-pemimpin maupun yang lainnya untuk menjaga kita. Ketaatan anda pada pengajaran mereka akan menghasilkan buah-buah Roh. Anda akan mewujudkan sikap-sikap Kristus dan orang lain akan diberkati.

Begitu taatnya Rasul Paulus kepada panggilan Tuhan sehingga Paulus dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang telah menerima pemberitaan Injil darinya (Roma 15:14-21).

4. 1 Tesalonika 1:6b Dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

Sikap terakhir: Tetap teguh di dalam penindasan.

Kadangkala penindasan diijinkan Tuhan untuk kita lewati agar pembentukan Tuhan yang sempurna menjadi nyata dalam kehidupan kita (Roma 5:3-5, 1 Petrus 4:12-19, 2 Korintus 12:9-10).

Seperti emas murni yang begitu indah dilihat dan mahal harganya, sehingga manusia rela mengeluarkan sejumlah besar uang agar dapat memiliki perhiasan emas yang indah itu. Dari yang kita pelajari, kita tahu bahwa emas yang sangat indah itu sebenarnya hanya berasal dari batuan yang di dalamnya memiliki kandungan emas. Batu yang mengandung emas itu harus diolah begitu rupa sebelum dapat dikenakan sebagai perhiasan. Tahap pengolahan tersebut meliputi peledakan (untuk memindahkan tanah dari bebatuan). Kemudian bebatuan dimasukkan ke dalam tempat untuk kembali dihancurkan agar menjadi batu emas yang lebih kecil. Setelah itu biji emas yang kecil tadi dilmasukkan ke dalam berbagai macam cairan kimia untuk memisahkan logam emas dari materi yang lain. Dan setelah melewati beberapa tahap pengolahan lagi, emas tersebut dapat dibentuk menjadi perhiasan.

Begitu juga dengan kita. Kita harus melewati penindasan untuk dapat dimurnikan. Sebab melalui penindasan, aniaya maupun ujian, sikap atau pikiran lama kita dipisahkan dari hidup kita dan pribadi Kristus akan mulai tampak.

Inilah keempat sikap yang dikembangkan oleh Jemaat Tesalonika sehingga keteladanan mereka dikenal oleh orang lain. Sikap seperti ini inilah yang harus kita kembangkan sebagai Gereja Tuhan di masa sekarang ini.

Disiapkan Untuk Diutus Keluar

Kita menyadari bahwa kita memang perlu...

Pintu yang Mana Tuhan?

Dua pintu - Satu pilihan...

Menjadi Teladan Bagi Orang lain

Sehingga kamu telah menjadi teladan...

New Here

who we are..

News & Events

check what's going on..

                   

connect with Rev. Dr. Paul Sene

Latest Message